Just another Blogdetik.com weblog

Pada saat sekarang ini, para pengusaha, artis dan aktor juga tak ketinggalan para eksekutipun ikut nimbrung, pengamat, pengajar dan paling banyak adalah pengangguran yang berduit untuk mendaptarkan diri jadi CALEG jelasnya Bakal Calom Legislatif entah untuk DPR Pusat ataupun DPRD I dan DPRD Kabupaten.

Ngemeng-ngemeng soal Balon Caleg, kayaknya semua sudah pada mempersiapkan diri, lihat saja, ada yang beriklan dimedia kaca, tentunya bagi yang duitnya tebal, memang itulah media elektronik yang paling efektip dibandingkan dengan media lainya.

Didalam tayangan  sudah terlihat   peranan sang aktor utama dalam berbagai kegiatan, tentunya untuk memikat para pemirsa yang kebetulan tidak merubah chanelnya. Memang dibandingkan dengan media lainnya inilah kayaknya yang tepat mengenai sasarannya, walaupun berbagai kegiatan sosial sering dilakukan oleh mereka para balon itu positif, tapi tak pernah terlihat didalam liputan beritanya.

Media masa juga cukup untuk mengenalkan diri dan memprogramkan apa yang akan dikerjakannya nanti kalau sudah terpilih tentunya, Baligo juga terpampang diperapatan jalan atau digang-gang yang menuju rumahnya.

Yang lebih murah  ialah cukup menempelkan stiker ukuran 10×5 cm beserta gambar orangnya dan partai, menjelang kampenye tiba barulah kaos-kaos oblong bermunculan yang didukung oleh para kader-kadernya dengan memakai jas atau rompi partai, ponsel genggampun dapat bagian.

Pada pesta demokrasi tahun ini nampaknya semakin meriah saja dan uang belanjapun mengalir kepara pedagang dari tk sablon kaos,tk cetak,frint ,bordil, topi, ponsel, voucher dan makanan kayaknya semua pedagang kebagiah laris, yang paling laris tentunya para artis.

Selintas nampaknya seperti menghamburkan uang begitu saja, bayangkan berapa ribu calon yang akan tampil dan membelanjakan uangnya untuk keperluan kampanya tsb.

Apakah mereka sadar? apakah yang telah mereka lakukan selama ini? dengan mudahnya mengeluarkan dan menghamburkanya tanpa rasa sayang, apalagi kalau sudah tersanjung, begitu banyaknya uang menggelontor dari kocek mereka tanpa perhitunganlagi.

Mereka telah lupa sebelum mencalonkan diri, padahal mereka sangat pelit terhadap orang miskin, sama bawahan cuek apalagi sama yang kecil, untuk Zakat kekayaannya sendiripun kadang lupa  hitungan berapa banyak harta bendanya. Penomena ini sudah berjalan dari tahun ketahun, karena banyaknya pemilihan pemimpin dinegeri ini.

Seharusnya para wakil rakyat ini, sebelum muncul kepermukaan publik, buatlah sesuatu yang berartibagi kegiatan desanya ataupun kotanya padahal selama ini mereka terbenam tidak kelihatan aktifitasnya yang positip.Mereka tak dikenal didaerahnya sekarang nampaknya semakin PD saja, padahal masyarakat sudah jenuh dengan penampilan Balon Caleg tsb.Untuk itu jangan ngaca dipetromak karena selalu melebar dan lonjong.

Dan akhirnya hanya duduk termenung dan mencari akal agar uang kembali dan sekaligus ada banyak kelebihannya, sama saja bagi yang menang dan bagi yang kalah tinggal itung-itungan dengan yang menang. oke semoga sukses.

September 27th, 2008 at 05:45 | Comments & Trackbacks (0) | Permalink